
Lamai Tapai Tradisional
Hidangan tradisional · Minangkabau
Lamai Tapai adalah hidangan tradisional Minangkabau yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu, kemudian difermentasi dengan tapai (ragi). Rasanya manis, sedikit asam, dan memiliki tekstur lengket yang khas.
Beri nilai resep ini
Pilih 1 hingga 5 bintang. Setiap resep hanya dapat dinilai satu kali.
Belum ada penilaian.
Bahan
- Beras ketan putih500 gram
- Santan kental200 ml
- Gula pasir50 gram
- Daun pandan2 lembar
- Garam1/2 sendok teh
- Ragi tape1 sendok teh
- Bambu (buluh)Secukupnya
- Daun pisangSecukupnya
Langkah
- 1
Cuci bersih beras ketan, rendam selama minimal 2 jam.
- 2
Tiriskan beras ketan, lalu kukus hingga setengah matang.
- 3
Campurkan santan kental, gula pasir, garam, dan daun pandan. Masak hingga mendidih sambil terus diaduk.
- 4
Tuangkan santan panas ke dalam beras ketan setengah matang, aduk rata. Kukus kembali hingga matang sempurna.
- 5
Siapkan bambu yang sudah dilapisi daun pisang. Masukkan beras ketan yang sudah matang ke dalam bambu.
- 6
Tutup rapat bambu dengan daun pisang.
- 7
Panggang bambu di atas bara api atau kompor dengan api kecil sambil terus diputar hingga matang merata dan sedikit gosong di luar.
- 8
Angkat bambu, dinginkan.
- 9
Setelah dingin, keluarkan beras ketan dari bambu. Hancurkan ragi tape hingga halus.
- 10
Taburkan ragi tape secara merata ke seluruh permukaan beras ketan. Aduk perlahan.
- 11
Bungkus kembali dengan daun pisang atau masukkan ke wadah kedap udara. Fermentasi selama 2-3 hari di suhu ruang.
- 12
Lamai Tapai siap disajikan.



